Kedutaan Besar Italia dan Institut Budaya Italia Jakarta bekerja sama dengan Second Chance Foundation mengadakan konser oleh Trio Vinicio Capossela sebagai bagian dari acara Hari Perempuan Internasional. Konser akan diadakan pada 9 Maret 2018 di Djakarta Theater.

Vinicio Capossela, seniman polyhedral, memulai debutnya pada tahun 1990 dengan album All’una e trentacinque di bawah naungan Renzo Fantini setelah bergabung dengan “Club Tenco”, berkat Francesco Guccini yang memperhatikan bakatnya yang luar biasa. Dengan album ini dia memenangkan beberapa penghargaan yaitu “Targa Tenco” yang pertama dari empat, penghargaan “Lunezia della Critica”, “Fernanda Pivano”, “Piero Ciampi”, “De André ” dan ” Amnesty Italia “.

Lahir di Hannover pada tahun 1965, Capossela membuat karir musiknya berpindah terus-menerus antara genre yang berbeda, dari jazz yang menandai album pertamanya sampai ke repertoar yang lebih eksperimental dan imajinatif (contohnya adalah tarantella yang dia buat dari “Il ballo di San Vito”) tetapi juga mengalihkan perhatiannya ke tema yang lebih universal. Ia sering terinspirasi oleh literatur klasik, dari Melville sampai Chaucer, Dante dan Homer.

Tahun-tahun 2015 dan 2016 merupakan periode yang sangat penting bagi Vinicio, karena buku barunya “Il Paese dei Coppoloni” (finalis di Premio Strega), film dokumenter “Nel Paese dei Coppoloni” dan album barunya “Le Canzoni della Cupa” adalah pencapaian puncak karirnya selama 25 tahun, karena menghasilkan hasil dari penjelasan mendalam tentang Irpinia, the Land of the Fathers (tanah para Bapa), terbengkalai oleh sejarah, namun penuh dengan legenda, dongeng dan musik yang luar biasa.

Trio Vinicio Capossela terdiri dari Vinicio Capossela (piano / akordeon / vokal), Vincenzo Vasi (theremin / perkusi) dan Giovannangelo De Gennaro (vielle / biola abad renaisans).

NIA | photo: wikitesti.com

Desainwebku