Penikmat film Hollywood tentunya sudah tidak asing lagi dengan sosok Leonardo DiCaprio. Pemeran film Titanic (1997) sekaligus pemenang Oscar sebagai Best Actor tahun lalu ini, mempunyai sisi lain dibalik kesuksesannya di dunia perfilman.

Pria kelahiran 11 November 1974 ini juga sibuk terlibat dalam isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Keterlibatan DiCaprio dalam isu lingkungan ia fokuskan pada masalah penyelamatan spesies hewan punah dan pembakaran hutan termasuk yang terjadi di Sumatera. Seperti dikutip dari Kompas, Rabu 2 Maret 2016, DiCaprio berkata “emisi karbon yang dihasilkan dari kebakaran di Sumatera lebih besar jumlahnya dibandingkan emisi karbon yang dihasilkan perekonomian AS”.

Dengan demikian, lembaga Leonardo DiCaprio Foundation yang berkonsentrasi pada keanekaragaman hayati, konservasi hutan, kelautan, dan perubahan iklim mengambil langkah pendanaan untuk pelestarian 2,63 juta hektar hutan di Sumatera. Tak hanya itu, DiCaprio juga membuat film dokumenter yang berjudul “The 11th Hour” yang dirilis pada tahun 2007. Dalam film tersebut, ia membawa pesan bahwa permasalahan Global Warming merupakan permasalahan umat manusia, dan penting untuk diselesaikan bersama. Dikutip dari greeners.co, “It is the most urgent threat facing our entire species and we need to work collectively together and stop procrastinating” (Masalah perubahan iklim adalah ancaman yang paling mendesak yang harus dihadapi oleh seluruh makhluk dan kita perlu bekerja bersamasama dan berhenti menunda-nunda) demikian ujar DiCaprio.

Kepekaan DiCaprio terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan membawanya meraih penghargaan Crystal Award dari budayawan yang peduli terhadap isu tersebut.

(KEVIN | Photo: Hollywood Reporter)

 

Desainwebku