Marjinal, Jadikan Musik Sebagai Media Perlawananan

Siang itu, panasnya matahari nan terik menyambut Mikail Isro’il ketika memasuki pelataran Taring Babi di Gang Setiabudi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Hai” sapa Mikail, seketika membuat mata semua orang yang sedang asik bercengkrama di depan Taring Babi langsung menuju ke arahnya. Tanpa ada yang menyuruh. Mikail langsung duduk di tengah-tengah semua orang untuk nimbrung dalam sebuah percakapan.

Sembari menghisap sebatang cigarette, Mikail mulai bercerita tentang dirinya dan Marjinal, band yang membesarkan namanya dalam percakapan tersebut.

Marjinal sendiri merupakan band yang beraliran punk yang dirikan Mikail dan Bobby pada tahun 1996 akhir. Menurut Mikail atau orang-orang Taring Babi memanggilnya Mike, Marjinal
terbentuk karena Mike dan Bobby terdorong untuk membuat wadah untuk melihat persoalan- persoalan yang terjadi di Indonesia dan mencari solusinya.

“Saat itu kita udah ada keberpihakan untuk melihat persoalan sampai kemudian kita membuat grup dengan berbagai aktivitas, sifitas saat itu” Jelas Mike dalam percakapan.

Pada awal berdirinya Marjinal. Mike, Bobby dan teman-teman Marjinal lainya menjadikan musik sebagai media perlawanan terhadap tatanan sosial. Ini terbukti dengan lagu-lagu dalam album Marjinal yang berisi sindiran-sindiran atau kritika-kritikan untuk pemerintah saat itu.

“Aparat Keparat” judul lagu Marjinal pada album pertama tahun 1999 merupakan salah satu contohnya. Menurut Mike, lagu ini tercipta sebagai bentuk perlawanan sekaligus kemarahan Marjinal terhapap aparat yang bertindak kasar terhadap rakyat dengan alasaan untuk melindungi Presiden saat itu.

“Ya marah lah, mereka juga rakyat, mereka juga dibayar oleh uang rakyat, mereka harusnya berjuang untuk rakyat” kata Mike.

Selain lagu “Aparat Keparat” Mike juga banyak bercerita tentang lagu-lagu lainnya. Seperti lagu “Marsinah” dan lagu “KPK (kita Peduli Kalian)”.

Dalam lagu “Marsiah” Mike menjelaskan selain melawan pemerintah agar tidak lupa dengan kasus yang menimpa Marsinah. Mike berharap penikmat musiknya di masa depan bisa tahu siapa Marsinah itu.

“Disini peran kita menggunakan musik untuk mengangkat kembali, mengingat kembali, minimal kita sangat paham bahwa apa yang kita buat dengan karya ini ratusan tahun. Minimal sosok
marsinah jangan sampe dilupakan”. Jelas Mike

Sedang dalam lagu “KPK (Kita Peduli Kalian)” Mike bercerita bahwa lagu tersebut adalah betuk dukungan dan perlawan Marjinal setelah melihat Komisi Anti Rusuah Indonesia itu
dikriminalisasi oleh Polisi

“Melihat kejadian itu kita terdorong membuat lagu untuk mendukung dan memberikan satu semangat besar bagi KPK yang dikriminalisasi polisi” kata Mike Selain lagu “Aparat Keparat”, “Marsinah” dan “KPK (Kita Peduli Kalian)” masih banyak lagi lagu
bertemakan perlawanan yang diciptakan Marjinal. Kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di bangsa ini merupakan alasan mereka menjadikan musik sebagai media perlawanan.

“Hal itu yang mendorong kita untuk menggunakan musik sebagai alat atau media perlawanan”.
Pungkas Mike

(ALMUQIT | foto : actualchannel.com)

Author: redaksi

2773 stories / Browse all stories

Related Stories »

ChocoMania Servio

Coming Soon Movie »

Star Wars : The Last Jedi (Trailler)

Movie Trailer »

Jumanji - Welcome to the Jungle ( Trailer )

Contact Us »

[email protected]

Song of the year 2017 »

Song of The Year 2017

View Results

Loading ... Loading ...

Favorite indonesian movie of the year »

Favorite Indonesian Movie of The Year

View Results

Loading ... Loading ...

intermezzo »

Bincang Asal Tentang Bitter of Love - Apa Kata Ardhito Pramono?

Mentalitu care

SHOWBIZ VIDEO »

Intermezzo with Danilla Riyadi

Exclusive Interview With Ezra Hivi! »

Exclusive Intermezzo with HIVI!

New Movie Trailler »

Chrisye The Movie (Trailer)

Internasional Music »

Ed Sheeran - Perfect

Indonesian Music »

Raisa - Teduhnya Wanita