Mencuri atau mengambil sesuatu yang bukan miliknya secara sembunyi-sembunyi kerap terjadi dimanapun, bahkan di tempat wisata.

Dilansir dari laman online, situs bersejarah Stonehenge dan Carn Menyn di Inggris, terancam atas keberadaan pengutil yang merampok batu mereka untuk kemudian dijual.

“Sebagai daerah yang telah terkenal, banyak orang mencuri potongan dari bluestone ini. Ada juga yang mengincar Carn Manyn sebagai lokasi yang dipercaya tempat batu Stonehenge berasal,” jelas Phil Bennett, manajer budaya warisan Pembrokeshire National Park, seperti dikutip dari the Daily Mail.

“Beberapa orang mengambil potongan batu dan menjualnya di eBay. Bila seseorang mengambil palu dan mulai memecah batu di Stonehenge pasti akan ada protes. Tapi bagi saya yang terjadi di Carn Menyn sama saja,” tambahnya.

Stonehenge merupakan situs purbakala di Inggris selatan. Situs ini berupa bangunan yang merupakan lingkaran batu tegak yang berada di dalam lingkup tembok tanah. Kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa bangunan tersebut didirikan pada 3000 hingga 2000 SM.

Sedangkan Carn Menyn adalah sebuah daerah di Pembrokeshire, Inggris, berupa tumpukan batu karang yang dipercayai untuk dipergunakan dalam pembangunan Stonehenge.

Situs purbakala Stonehenge telah dikunjungi oleh lebih dari 1,3 juta pengunjung sepanjang 2015 silam. Namun, beberapa waktu lalu, terdapat seorang penjual di eBay menjual potongan batu yang diyakini adalah bluestone, atau batu penyusun Stonehenge.

Sang penjual mencantumkan label “Stonehenge Bluestone Mineral Preseli Hills” dan dijual sebesar delapan poundsterling atau Rp 155 ribu.

Keberadaan batu dari Stonehenge sendiri masih membingungkan para ahli tentang sumber dan cara manusia terdahulu membuat bangunan tersebut. Beberapa teori yang terkenal adalah berasal dari Carn Menyn dan Carn Geodog.

“Saya berjalan dengan sekelompok pengunjung dari sekolah untuk memandu perjalanan. Dan saya sudah menjalani pekerjaan konservasi selama bertahun-tahun. Saya memperhatikan ada peningkatan jumlah potongan batu yang hilang,” ucap Richard Vaughan, penjaga Pembrokeshire National Park.

“Hal ini sangat menyedihkan karena banyak batu yang sangat penting, namun ini dijadikan sumber penghasilan bagi beberapa orang.” lanjutnya.

Menurut arkeolog Geoff Wainwright, bluestone yang terdapat pada Carn Menyn dan tempat lainnya sangatlah penting karena informasi unik tentang masa lalu telah hilang dan sulit dipulihkan. Dengan kata lain, ia menganggap bahwa umat manusia telah dirampok, oleh sesamanya.

Jurnalis: Indriany RS | Header: egyptan.sk

Desainwebku