Perkembangan dunia perfilman di Indonesia berkembang cukup pesat, semakin banyak sineas berbakat saling adu kreatifitas disetiap karya-karyanya. Tak hanya film komersil saja, film indie garapan sineas tanah air juga patut diperhatikan. Banyak film indie lokal yang memiliki cerita beragam, anti mainstream, serta menyisipkan pesan-pesan moral untuk para penikmatnya.

Memang film-film indie indoneisa masih kurang akrab ditelinga para penonton, namun sederetan film indie garapan sinas tanah air ini wajib kalian saksikan, berikut daftar film indie Indonesia yang harus kalian saksikan :

  • Ziarah

Film yang digarap oleh BW Purba Negara, sineas berbakat asal Yogyakarta ini menceritakan tentang perjuangan seorang nenek tua berusia 95 tahun bernama Mbah sri yang mencari makam suaminya. Mbah sri yang kala itu harus ditinggal oleh suaminya pada saat agresi militer Belanda ke 2 tahun 1948. Puluhan tahun berlalu sejak perpisahan itu, sang suami yang bernama Prawiro tak pernah kembali lagi, Namun Mbah Sri tetep setia menanti sang suami.

Sahabat-sahabat terbaiknya mulai mati satu persatu. Semuanya dimakamkan tepat disebelah suaminya masing-masing. Mbah Sri pun juga berharap bisa dimakamkan disebelah makan lelaki yang dicintainya. Sayangnya dia tidak mengetahui dimana suaminya dimakamkan. Namun pada suatu hari, Mbah Sri bertemu dengan seorang tentara veteran yang mengetahui dimana tempat Prawiro ditembak oleh tentara Belanda.

  • Turah

Turah adalah film bergenre drama produksi Fourcolours Films. Film yang disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kampung Tirang di kota Tegal yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun kemudian memunculkan berbagai problema

Persaingan hidup yang sangat keras sehingga menyisakan orang-orang kalah di Kampung Tirang dan menjadikan mereka orang yang pesimis serta diselimuti rasa takut. Hal itu disebabkan oleh, juragan kaya bernama Darso yang memberi mereka kehidupan. Pakel, sarjana penjilat di lingkaran Darso dengan cerdiknya membuat orang di kampung Tirang semakin bermental kerdil.

  • Prenjak (In the Year of Monkey)

Film pendek hasail karya sineas muda asal Yogyakarta, Wregas Bhanuteja pernah masuk dalam nominasi pengharagaan The Lecia Cine Discovery Prize Cinema de pa critic cannes pada tahun 2016 di Prancis dan menjadi film pendek petrama Indonesia yang menang dalam Festival Film Cannes.

Prenjak (In the Year of Monkey) menceritakan tentang karakter utama yang bernama Diah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Di tengah keadaan terdesak untuk memebiyayai keluarganya, Diah pun menawarkan korek api seharga 10.000 perbatang kepada kawan kerjanya yang bernama Jarwo. Nantinya dengan sebatang korek api yang dinyalakan ditempat gelap, Jarwo diperbolehkan melihat bagian tubuh Diah. Tradisi ini terisnpirasi dari kultur yang ada di Yogyakara pada tahun 80-an.

( DIo | foto : kaskus.co.id )

 

Desainwebku