Berbagai film hasil karya anak bangsa memang saat ini sedang naik daun. Film dengan genre cerita dari yang romantis, komedi, horror, hingga persaudaraan yang sangat menyentuh. Film pendek garapan anak bangsapun tak kalah dengan film biasanya dengan memenangkan berbagai festival film sehingga dikenal hingga keluar negeri. Film pendek merupakan satu bentuk film paling simple dan yang paling kompleks.

Seperti halnya pada film pendek berjudul ANTING hasil garapan anak Batguyam yang sudah bisa dinikmati oleh penikmat film Tanah Air. Film ANTING mencakup pesan apresiasi kepada seniman dan para anak-anak agar memberikan yang terbaik. Film besutan RD Paschalis ini disutradarai oleh Bowo dan Joni Astin Ariadi. Sang produser menggaet seniman-seniman Batam seperti Tarmizi dan Rumah hitam untuk ide cerita dari film ANTING tersebut.

“Mengapa judulnya ANTING, anting-anting adalah sebagai media yang membuat persahabatan mereka terjalin. Dimana anting milik Mellyani Dwi Safitri dalam film itu dijual hanya demi membeli sajadah buat gurunya, ceritanya menarik,” Ungkap Produser film RD Paschalis.

Film yang mengisahkan tentang dua orang bersahabat beda agama Melly beragama islam dan Anggie beragama katholik yang dipersatukan dalam perguruan pencak silat ini menggambarkan persahabatan tanpa batas yang mengalahkan keputus asaan dan keegoan masing-masing untuk menggapai tujuan yang mulia.

“Bagaimana kita menumbuhkan persaudaraan antar sesama dengan cara yang menghibur mengemas persahabatan dengan sukacita. Kami memang mencari inovasi supaya pesan-pesan seperti ini bisa disampaikan kepada masyarakat,” ujar RD Paschalis sedikit mengulas latar belakang film tersebut.

Film berdurasi 15 menit ini diputar perdana di bioskop Blitz Mall, Batam pada tangga 30 Agustus 2018. Tak tanggung-tanggung antusiasme warga Batam sangat terlihat 170 tiket ludes terjual hanya dalam hitungan hari.

“Saya bahagia hari ini. Semoga film ANTING dapat diterima dan akan banyak karya spektakuler lainnya yang dihasilkan di Batam,” Ujarnya.

RD Paschalis berharap pesan di film ini dapat tersampaikan dengan baik bahwa Kepri memberikan suatu nilai kebangsaan. Ia juga meminta kritik dan saran dari penonton untuk perbaikan film kedepannya.

“Dari film ini kita di Batam mampu memberikan pesan dan contoh penghargaan prestasi dan menjalin perhubungan persahabatan dalam rangka persatuan NKRI. Semoga dengan film ini dapat mencerminkan dan memicu bagi generasi – generasi yang lain untuk berlomba-lomba melahirkan film-film yang kreatif”, Ucap RD Paschalis.

(Livia Junita | Foto : berkatnews)

Desainwebku