Bohemian Rhapsody adalah film yang diangkat dari kisah nyata untuk merayakan musik band rock legendaris Queen dan tentunya vokalis mereka yang luar biasa, Freddie Mercury yang dikenal menentang tradisi dan stereotip hingga menjadi salah satu penghibur paling dicintai di planet ini.

Film ini menelusuri kisah dari kemunculan sebuah band yang meroket melalui lagu-lagu ikonik dan suara revolusioner mereka, perpecahan internal band karena gaya hidup Freddie yang makin tidak terkontrol. Lalu ada reuni kemenangan mereka pada malam Live Aid, di mana Freddie, meski sedang menghadapi penyakit serius, memimpin band di salah satu pertunjukan terbesar dalam sejarah musik Rock.

Bohemian Rhapsody telah ditayangkan di Indonesia sejak 31 Oktober lalu. Dalam minggu perdana penayangannya, Bohemian Rhapsody masuk sebagai peringkat pertama dari film-film yang diputar dalam periode yang sama. Informasi ini, disampaikan langsung oleh gitaris Queen, Brian May.

Pada Senin (5/11/2018) di Instagram miliknya, Brian May membagikan ringkasan informasi mengenai performa Bohemian Rhapsody di bioskop-bioskop dunia. Dalam minggu perdana penayangannya di Indonesia, film yang dibintangi Rami Malek ini meraup US$ 1,016 juta (Rp 15,2 miliar) dan ditayangkan di 402 layar.

SPOILER ALERT!!

‘Bohemian Rhapsody’ bertutur tentang Queen, band Inggris yang lagunya masih diputar dan dinyanyikan sampai hari ini. We Will Rock You, Love of My Life, sampai We Are The Champions,masing-masing untuk kesempatan berbeda.

Menonton ‘Bohemian Rhapsody’ yang menceritakan sedikit tentang latar belakang Freddie Mercury, terlahir dengan nama Farrokh Bulsara dan berdarah Persia, cukup menjelaskan mengapa ia ingin mengubah nama. Tentang kegelisahan Freddie saat menulis lagu, tentang preferensi seksual Freddie, hingga akhir tentang ketangguhan Freddie. Freddie Mercury adalah sosok kontradiktif. Ia sangat percaya diri, namun di saat bersamaan juga rapuh, tak merasa aman dengan dirinya sendiri.

Panggung adalah rumah bagi Mercury. Ia terlahir untuk menjadi penampil, tahu persis apa yang harus dilakukan di depan audiens dan menikmati saat dipuja. 

Rami nampak susah payah berusaha menghidupkan kembali Freddie, mulai dari gestur hingga penampilan. Begitu juga pemeran keluarga dan orang-orang dekat Freddie, mereka membuat karakter Freddie sebagai bintang panggung yang tetap manusia dengan segala persoalan hidup terasa hidup. Begitupun peran Lucy Boynton sebagai Mary Austin, terasa lebih dramatis di film Bohemian Rhapsody. 

Film ini ditutup sesuai standar, ribuan orang bernyanyi bersama dan orang-orang terdekat Mercury berdiri berdekatan di atas panggung, nyaris sempurna. Ia menjalani hidup persis seperti perkataannya dalam film, “Aku memenuhi takdirku,” dan ia menjadi legenda. Tak mengherankan bila Malek kemudian memilih menyimpan properti gigi palsu Mercury.

(Livia Junita | Foto: Youtube 20Th Century Fox)

Desainwebku