Setelah terakhir kali bermain dalam film Surga Yang Tak Dirindukan 2 pada 2016 lalu. Aktris Laudya Cynthia Bella kini siap debut kembali dalam film terbarunya bertajuk Ambu. Film pertama yang diproduksi oleh Skytree Pictures ini disutradarai oleh Farid Darmawan. Kata “Ambu” merupakan panggilan untuk ibu dalam bahasa Sunda.

Ambu adalah tentang kegetiran sekaligus keindahan cinta kasih. Bagaimana ibu tak hanya berhenti jadi semesta pertama. Ia terus ada dan siap menjadi semesta terakhir kita,” kata Titien Wattimena

Film ini pun menandai karya perdana Laudya Cynthia Bella di tahun 2018. Keputusannya bergabung dalam produksi itu pun sebetulnya bukan tanpa alasan. Istri Engku Emran ini setuju bintangi film tersebut lantaran ceritanya fokus mengangkat budaya Baduy.

Alasannya karena ini film pertama Indonesia yang syuting di Baduy. Ini film yang mengangakat budaya Indonesia, ini bukan film biasa tapi luar biasa,” ujar Laudya Cynthia Bella

Perempuan 30 tahun ini merasa tertantang menjalani syuting di Baduy. Pasalnya, di daerah tersebut tidak ada aliran listrik.

Ini film pertama aku kayak gini. Tapi memang aku pernah syuting Aisyah di NTT dan ini film kedua aku. Dan ngerasa susah karena hidup aku di lokasi syuting nggak sesenang aku di Jakarta yang ada AC. Di sini aku ngerasa tantangannya banyak, Ini tantangan sekali, kalau aku nggak syuting film ini, mungkin aku nggak akan pernah ke Baduy. Maka dari itu aku seneng banget bisa sekalian kerja, bisa kenal budaya yang ada di Indonesia,” kata Laudya Cynthia Bella.

Film yang mengambil latar suku Baduy itu mengangkat cerita soal konflik di antara ibu dan anak. Tanah Baduy di Jawa Barat ini memang memiliki daya pikat tersendiri. Budaya yang masih kental, adat istiadat, pemandangan indah, serta suasana asri masih sangat lekat di Baduy yang menaungi sekira 26 ribu jiwa. Itu pula yang melatarbelakangi sutradara Farid Dermawan mengambil lokasi tersebut untuk pembuatan film Ambu.

“Kami memilih Baduy sebagai latar belakang cerita karena kecantikan dan kesederhanaan alam di sekitarnya, hal itu tergambar kuat dari karakter Misna, Farma, dan Nona,” kata Farid Dermawan, produser sekaligus sutradara film Ambu.

Sementara itu untuk mengambil lokasi syuting di Baduy, Farid mengatakan, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses perizinannya.

Sebelum memilih, sudah observasi duluan selama delapan bulan. Pencarian lokasi, enggak gampang masuk ke Baduy. Kulonuwun dulu, ada Jaro, atau kepala desa. Ada riset sampai empat bulan, terus setelah selesai research, sebulan kemudian kumpul 12 Jaro dari Baduy dalam dan luar, kita disidang. Alhamdulillah kita diizinkan,” ucapnya.

Film Ambu menggandeng aktris senior Widyawati yang akan beradu akting dengan sejumlah artis muda seperti Laudya Cynthia Bella, Baim Wong, Endhita, Andri Mashadi dan Lutesha. Film Ambu disutradarai oleh Farid Dermawan yang juga duduk di kursi produser. Sementara penulis naskah dipegang oleh Titien Wattimena yang sebelumnya sukses lewat film Aruna dan Lidahnya, Milli & Nathan, dan Love.

Film yang mengisahkan tentang Ambu Misnah yang diperankan oleh Widyawati, dikisahkan ditinggal anak perempuan satu-satunya, Fatma (Laudya Cynthia Bella) pergi dari rumah mereka di Baduy demi cintanya pada pemuda Jakarta.

Fatma kemudian menikah dan memiliki anak bernama Nona (Lutesha). Fatma kemudian membawa Nona ke Baduy, mempertemukannya dengan Misnah. Ada penolakan dan luka juga ada harapan dan bahagia yang jadi penenang.

Selain menjanjikan cerita yang apik, film Ambu tentu saja menawarkan keindahan alam Baduy yang jarang terjamah. Film ini, kata Farid, rencananya tayang di Januari 2019.

 

(Livia Junita | Foto: hiburan, uzone, )

Desainwebku