Sempat dikabarkan menghilang sejak akhir Juli lalu, artis terkaya di Cina, Fan Bingbing diketahui memanipulasi laporan penghasilannya, sehingga dijatuhi hukuman denda atas tuduhan penggelapan pajak.

Tuduhan ini bermula ketika presenter dari televisi pemerintah China Central Television, Mei lalu mengunggah sebuah surat kontrak yang mengindikasikan aktris berusia 36 tahun itu menerima gaji ilegal. Dokumen tersebut seolah menunjukkan Fan secara tak resmi menerima bayaran 50 juta yuan (± Rp108 miliar) dari kontrak yang hanya menyebut angka 10 juta yuan untuk sebuah pekerjaan selama empat hari.

Praktik semacam ini disebut “kontrak yin-yang”, kontrak bermuka dua di mana satu kontrak berisi detail pembayaran yang dilaporkan ke petugas pajak, sementara satu kontrak lagi dalam jumlah yang lebih besar disembunyikan untuk menghindari pajak.

Tahun lalu Badan Administrasi Radio dan Televisi Negara mengeluarkan kebijakan para aktor tidak boleh dibayar lebih dari 40 persen dari total produksi film dan para aktor utama tidak boleh mendapat lebih dari 70 persen dari total pembayaran para pemain. Kebijakan itu sendiri mendapat dukungan penuh dari banyak produser dan rumah produksi di Cina.

Pihak berwenang di China menemukan fakta bahwa bintang film X-Men: Days of Future Past, gagal membayar sekitar 255 juta yuan (setara Rp 555 miliar) dalam bentuk tagihan pajak, demikian menurut kantor berita resmi Xinhua, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Rabu (3/10/2018).
Bahkan agen tempat Fan bernanung ditahan karena diduga menghalangi penyelidikan dengan memerintahkan penghancuran barang bukti, dan menyembunyikan dokumen akuntansi.

(Dwi Ayu | Foto : instagram @bingbing_fan | Editor : Livia)

Desainwebku