Beberapa film bertema poligami menarik perhatian penonton. Beberapa di antara film itu adalah, Ayat-Ayat Cinta, Surga yang Tak Dirindukan, dan Berbagi Suami. Kini, film bertema poligami dengan judul Dua Surga Dalam Cintaku sedang di produksi dan akan tayang 2019 mendatang. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya wartawan senior, almarhum Atho Al Rahman.

Dengan pemain pameran Yuki Kato (Zilkha), Alif Alli (Arham), dan Keira Shabira (Husna), syuting film akan dilakukan di Jakarta, Makkah, dan Madinah. Artis pendukung lainnya adalah Early Ashyla (Umi), Iwan Burnani (Papa Zilka), Ivanka Suwandi (mama Zilka), Azza Galedda (Putri), Nurul Anissa Hasanah (Fauziah), Cahya Arynahara (Jamil), Irza Mahatir (Ali), Yugo Werner (Erwin), dan Edy Tambudo (anak buah Erwin).

Sutradara film Dua Surga Dalam Cintaku,  Kiki Nuriswan ini menceritakan jika cerita dalam film ini memiliki cerita yang menarik. Kiki menjelaskan jika film ini bukan berarti mengajarkan seseorang untuk berpoligami.

Ceritanya memang tentang poligami. Tapi tidak mengajarkan agar berpoligami. Kita perlihatkan dalam cerita filmnya bahwa poligami itu adalah sesuatu yang sulit dan pastinya harus adil,” kata Kiki Nuriswan.

Produser sekaligus sutradara Kiki Nuriswan menjelaskan, sosok Yuki Kato dinilai tepat untuk memerankan sosok Zilka, perempuan yang tengah berusaha keluar dari lembah hitam.

Jadi Yuki Kato itu cerdas dan kritis. Dalam film ini dia memerankan dua karakter yang berbeda. Sebelum memutuskan berhijab, Zilkha digambarkan sebagai sosok perempuan yang bebas dan cuek, apa adanya Yuki Kato, Kemudian, setelah Zilkha berhijab, dia menjadi sosok perempuan yang kalem dan berbeda dari karakter sebelumnya, ” tutur Kiki.

Sementara menurut Etty Kadriwaty, istri dari sang penulis novel, almarhum Atho Al Rahman, sosok Yuki Kato dinilai sebagai milenial yang bisa digambarkan perempuan saat ini.

“Saat reading, dia (Yuki Kato) yang mengusulkan untuk menjadi dirinya sendiri sebagai sosok Zilkha sebelum berhijab. Dan memilih dia juga karena followernya (di media sosial) cukup banyak ya,” ujar Etty.

Film tersebut menceritakan tokoh Arham, seorang mahasiswa tingkat akhir dari sebuah universitas Islam di Jakarta. Arham mempunyai teman kecil bernama Husna. Mereka diam-diam saling mencintai.

Sampai suatu hari mereka saling menyadari bahwa telah jatuh cinta. Mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ternyata, Husna mempunya penyakit akut, yaitu kanker otak. Husna juga divonis hidupnya tidak akan lama. Arham bertekad untuk menemani Husna sampai akhir hayatnya.

Husna dan keluarganya mendorong Arham untuk melanjutkan pendidikannya. Dengan berat hati, akhirnya Arham move on berpisah dengan istri tercinta untuk menyelesaikan studinya.

Zilka seorang wanita muda yang sempat terjerumus ke dunia hitam, berusaha untuk berhijrah ke jalan yang benar. Dia membutuhkan seorang lelaki yang bisa dijadikan pembimbing ke kehidupannya yang lebih baik.

 

(Livia Junita | Foto: akurat.com)

Desainwebku